WAHANANEWS.CO -
Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) memunculkan harapan baru agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dibenahi, menyusul penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Baca Juga:
Dilantik Kepala BGN, Sudaryono Tak Lagi Jabat Wamentan
Ketua DPP Partai NasDem sekaligus anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, berharap kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mampu mempercepat pembenahan tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/7/2026).
"Penggantian Kepala BGN dari Bu Nanik pada Pak Sudaryono diharapkan dapat mempercepat evaluasi tata kelola BGN," kata Irma kepada wartawan.
Irma menilai percepatan penyelesaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan agar keberlangsungan program tetap terjaga tanpa menimbulkan persoalan baru.
Baca Juga:
Perkuat Permohonan Uji Definisi Advokat dalam KUHAP, 40 Pemohon Hadirkan Tiga Ahli
"Percepatan penyelesaian operasional SPPG dibutuhkan agar ada kepastian bagi keberlangsungan program ini terutama terkait dengan penyelesaian kasus SPPG yg akan tetap beroperasi," ujar Irma.
Ia juga meminta pemerintah memastikan kejelasan terhadap SPPG yang tetap beroperasi, yang akan dinonaktifkan, maupun yang telah memperoleh persetujuan serta menyelesaikan pembangunan sesuai persyaratan tanpa memiliki keterkaitan dengan praktik jual beli titik.
"Yang akan di nonaktifkan dan kepastian dari SPPG yang sudah mendapatkan approval dan pembangunan 100% sesuai prasyarat dan yang tidak terafiliasi dengan SPPG yang masuk kategori jual beli titik," tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Rabu (22/7/2026) pukul 15.00 WIB untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengajukan pengunduran diri karena alasan kesehatan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo memutuskan menunjuk Sudaryono sebagai pengganti setelah mempertimbangkan dinamika yang terjadi di tubuh BGN.
"Namun demikian ada dinamika baru di mana Kepala BGN ajukan pengunduran diri. Sekali lagi bukan hal mudah untuk cari penggantinya maka presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah bapak Sudaryono," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]