Faktor-faktor tersebut, kata dia, sangat menentukan bagaimana pelaku pasar memandang stabilitas ekonomi Indonesia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga:
Harga PS5 Tiba-tiba Melejit! Gamer Indonesia Kaget Lihat Angka Terbarunya
Menurutnya, kebijakan moneter yang dijalankan bank sentral perlu didukung dengan kebijakan fiskal dan sektor riil yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi domestik.
Harris juga menegaskan bahwa tingkat kepercayaan investor menjadi salah satu elemen utama dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.
Apabila pelaku usaha dan investor memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia, maka tekanan terhadap rupiah dinilai akan lebih mudah dikendalikan.
Baca Juga:
Pemerintah Kantongi Komitmen 150 Juta Barel Minyak Rusia
“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata Politisi asal Dapil Jawa Tengah IX itu.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten, transparan, dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.
Menurut Harris, sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia akan menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.