"Kedua, masih ada ruang besar untuk meningkatkan kecepatan realisasi distribusi dan kualitas pengawasan agar target akhir tahun tercapai," tutur Miftahuddin.
Dia mengingatkan target nasional penerima manfaat MBG 2025 adalah 82,9 juta orang, namun hingga awal September baru melayani 22,7 juta.
Baca Juga:
Kemendag Gandeng Metro Department Store, 11 UMKM Fesyen Lokal Resmi Masuk Ritel Modern
"Ini masih jauh dari target. Maka penguatan mutu, distribusi, dan keamanan pangan tidak bisa ditawar," tegas Miftahuddin.
Tak hanya itu, sambung dia, pemberdayaan UMKM juga harus terus ditingkatkan dan dilengkapi dengan pendampingan yang baik. Dia turut mendesak agar mekanisme audit, standar higienitas dapur, dan verifikasi bahan pangan diperjelas dan diperketat agar setiap santapan MBG benar-benar aman dan memenuhi standar gizi.
“Program ini bukan hanya soal kuantitas, tapi juga soal kualitas, di mana makanan harus bergizi seimbang, bersih, aman, dan UMKM yang terlibat sebagai penyedia material pangan harus dibantu supaya hasilnya sesuai standar," ungkap Miftahuddin.
Baca Juga:
YBM PLN Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Dukung Perempuan Tangguh di Sumedang
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.