"Satelit ini adalah yang terbesar
di Asia, dengan 150 gigabyte per second
kapasitasnya, dan hidupnya bisa 15 tahun," ungkap Adi dalam acara yang
sama.
Adi menjelaskan secara lengkap,
Satelit Satria I punya tinggi sekitar 6,5 meter, bobot 4,5 ton, kapasitas 150 gigabyte per second, dengan masa hidup
sampai 15 tahun.
Baca Juga:
Kapal Induk Terbaru Angkatan Laut AS akan Dinamai Elon Musk
Satelit ini juga dilengkapi dengan
teknologi mutakhir, seperti electric
propulsion yang bikin hemat bahan bakar karena menggunakan penggerak
listrik.
Menurut Adi, hingga
kini proses pembuatan satelit sudah berjalan, total pengembangan terkini sudah
mencapai 33%.
Dia menyebutkan, komponen satelit yang dibuat perusahaan Thales Alenia Space sudah digarap di Prancis dan akan selesai awal
tahun depan.
Baca Juga:
Elon Musk Jual X ke Perusahaan AI Milik Sendiri Rp546 Triliun, Apa Maksudnya?
"Pembangunan dimulai, saat ini
konstruksi badan satelit dari karbon dan kevlar yang membuat sistem satelit
menjadi enteng dan kuat sudah dipasang. Segala macamnya mulai dipasang di
Prancis dan akan selesai awal tahun," papar Adi.
Seluruh satelit akan disiapkan untuk
diluncurkan pada kuartal II 2023 dengan target November 2023 semua hal sudah
diset dan satelit bisa digunakan secara komersial.
Peluncuran satelit akan dilakukan oleh
SpaceX di Florida, Amerika Serikat.