WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memberikan penghargaan atas peran aktif generasi muda yang terlibat sebagai relawan dalam upaya penanggulangan bencana di sejumlah daerah di Pulau Sumatera.
Keterlibatan ini dinilai sebagai bukti nyata hadirnya negara dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Baca Juga:
KPK Serahkan Aset Rp3,88 Miliar ke Kementerian PU untuk Proyek Tol PSN
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Generasi Muda Kementerian PU yang berlangsung di Pendopo Kementerian PU pada Kamis (9/4/2026).
Sebanyak 402 relawan yang berasal dari kalangan CPNS dan PNS Kementerian PU telah ditugaskan sejak awal Desember 2025.
Mereka dikerahkan untuk membantu penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya, 234 relawan bertugas di Aceh, 101 di Sumatera Utara, serta 67 di Sumatera Barat.
Baca Juga:
Enam Jam Penggeledahan di Kementerian PU, Penyidik Keluar Bawa Koper
Menurut Dody, keterlibatan langsung para generasi muda di lokasi bencana menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter dan profesionalisme aparatur sipil negara ke depan.
“Saya melihat Kementerian PU akan semakin bersinar dengan generasi muda. Pengalaman turun langsung ke lapangan ini sangat berharga karena tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik di kondisi nyata,” ujar Menteri PU.
Para relawan tersebut memiliki keahlian teknis di berbagai sektor pekerjaan umum, mulai dari pengelolaan sumber daya air, pembangunan jalan dan jembatan, permukiman, sanitasi lingkungan, jasa konstruksi, hingga pembiayaan infrastruktur.
Kemampuan ini dinilai sangat mendukung percepatan penanganan darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dody juga menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan masyarakat dalam berbagai kondisi, tidak terbatas pada saat terjadi bencana saja, melainkan juga dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
“Negara harus hadir manakala rakyat memerlukan, bukan hanya saat bencana. Banyak pekerjaan yang masih harus kita lakukan, mulai dari penyediaan air bersih hingga pembangunan infrastruktur lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penanganan bencana, khususnya di wilayah Aceh, masih memerlukan perhatian berkelanjutan.
Pendekatan kepada masyarakat dinilai menjadi aspek penting dalam proses tersebut.
“Tidak semua bisa mengandalkan alat berat, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berkoordinasi dan berdiskusi dengan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dody juga membuka ruang dialog bersama generasi muda, sekaligus mendorong mereka untuk terus berinovasi dan menyumbangkan gagasan demi meningkatkan kinerja organisasi.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]