Menhaj juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan langsung mengambil peran aktif dalam melanjutkan berbagai program yang saat ini telah berjalan, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji.
“Tugas-tugas haji sudah berjalan. Saudara-saudara yang dilantik hari ini harus segera mengikuti dan melanjutkan pekerjaan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Baca Juga:
Prabowo Siapkan Transformasi Industri Perkapalan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kemandirian Maritim Tak Bisa Ditunda
Selain menekankan percepatan kinerja, Menhaj mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian yang baru dibentuk menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran, terutama tindak pidana korupsi.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran, terutama korupsi. Bekerjalah secara profesional, transparan, dan penuh integritas,” pesannya.
Baca Juga:
Approval Rating Prabowo Turun Signifikan, SMRC Kaitkan dengan Kondisi Ekonomi dan Politik
Melalui pelantikan ini, Kementerian Haji dan Umrah diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan fungsinya, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.