WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik Laode Sulaeman sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta memerintahkannya untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas).
“Salah satu tugas Bapak untuk membantu saya dalam memimpin Kementerian ESDM adalah kedaulatan energi dalam konteks peningkatan lifting (migas),” ucap Bahlil dalam pelantikan Dirjen Migas Laode Sulaiman di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga:
Permen ESDM No. 14/2025 Legalkan Sumur Minyak Rakyat, Pengeboran Baru Tetap Dilarang
Bahlil menyampaikan kondisi lifting Indonesia tak sebaik yang sebelumnya, ketika sumur-sumur minyak Indonesia masih muda.
Saat ini, berdasarkan laporan SKK Migas, Bahlil melaporkan lifting minyak berada di angka 600 ribu barel per hari, dengan target lifting minyak dalam APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari.
Dalam rangka merealisasikan target tersebut, Bahlil memerintahkan Laode untuk segera melakukan konsolidasi dan komunikasi teknis dengan para pemangku kepentingan, seperti SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perusahaan migas.
Baca Juga:
Reklamasi Tambang di Jambi: Antara Kewajiban Hukum dan Kenyataan Pahit di Lapangan
“Jadi, saya titip Pak Laode, agar aturan dipegang. Yang bisa menyelamatkan Bapak itu adalah aturan. Jangan mau dikendalikan oleh siapa pun, terkecuali pimpinan Bapak dan aturan,” ucap Bahlil.
Secara terpisah, Laode menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan ia lakukan sebagai Dirjen Migas adalah mengimplementasikan hal-hal teknis, menyegerakan lapangan-lapangan yang harus dilelang, serta meningkatkan lifting minyak.
Adapun yang menjadi program kerja utama Ditjen Migas adalah memprioritaskan peningkatan lifting minyak.