Untuk memastikan keselamatan baik penumpang maupun awak bus, sejumlah tahapan telah dilakukan mulai dari kegiatan ramp check terhadap 477 bus AKAP dan pariwisata di empat terminal tersebut sejak 1 Desember 2024 dan akan terus dilakukan hingga 5 Januari 2025.
Selain itu, sarana dan prasarana (sarpras) mulai dari rambu portable, traffic cone, kendaraan derek truk hingga mobil patrol juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keamanan dalam perjalanan.
Baca Juga:
Pj Gubernur Jakarta Tegaskan Pergub 2 Tahun 2025 Bukan Untuk Izinkan ASN Poligami
Pj Gubernur berbincang dengan calon pemudik di Terminal Kalideres, Sabtu (21/12/2024). (Foto: WahanaNews/Tio)
Kemudian ada juga posko cek kesehatan untuk awak bus dan penumpang.
“Ada posko cek kesehatan untuk awak bus termasuk tes urine untuk narkoba. Untuk cek kesehatan penumpang juga ada. Semuanya gratis,” ujar dia.
Baca Juga:
Puncak Lonjakan Penumpang Masa Libur Nataru Terminal Kalideres pada 24 dan 28 Desember 2024
Lalu, untuk mengantisipasi lonjakan volume penumpang, jajarannya juga telah menyiapkan beberapa kebijakan mulai dari pembatasan angkutan barang, penetapan rekayasa lalu lintas, hingga penugasan personel di titik-titik rawan kemacetan.
“Dalam kaitan ini, kita siapkan sebanyak 2.705 personel yang bertugas untuk pengawasan, pengendalian, dan pengaturan di wilayah DKI Jakarta,” ungkap Teguh.
Untuk melakukan hal ini, kolaborasi dan sinergi dengan pihak lain sangat dibutuhkan sebagaimana arahan yang disampaikan oleh menteri perhubungan yang dihadiri kapolri dan panglima TNI.