WAHANANEWS.CO - Viral di media sosial seorang pelanggan terlibat cekcok dengan pengemudi ojek online setelah tarif perjalanan yang semula diduga disepakati jauh lebih murah tiba-tiba berubah menjadi Rp400 ribu, memicu sorotan publik terhadap transaksi di luar aplikasi.
Video perselisihan tersebut beredar luas di media sosial dan memperlihatkan adu argumen antara pengemudi ojek online dan pelanggan terkait biaya perjalanan.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Raih Hattrick Juara
Berdasarkan informasi yang beredar, pelanggan disebut menggunakan jasa ojek online untuk perjalanan dari kawasan Senayan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, tanpa melakukan pemesanan melalui aplikasi resmi.
Pengunggah video menyebut transaksi dilakukan secara langsung atau offline sehingga tarif perjalanan tidak tercatat dalam sistem aplikasi.
Menurut pengunggah, pengemudi awalnya menyebut biaya perjalanan sebesar "lima puluh delapan" yang kemudian dipahami pelanggan sebagai Rp58 ribu.
Baca Juga:
Eks Wakil Kepala BGN Minta Status JC, Sebut Ada Puluhan Tokoh Terlibat Kasus MBG
Namun setelah sekitar 20 menit perjalanan berlangsung, pengemudi disebut menjelaskan bahwa tarif yang dimaksud adalah "50 kali 8" atau sebesar Rp400 ribu.
Menanggapi kabar yang viral tersebut, pihak Gojek Indonesia menyatakan telah menerima laporan dari pelanggan yang bersangkutan dan saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Sebelumnya, kami telah menerima laporan dari customer yang bersangkutan dan saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan informasi yang tersedia," ujar akun Instagram resmi @gojekindonesia saat membalas unggahan viral tersebut, Senin (8/6/2026).
Gojek juga mengungkapkan bahwa nomor kendaraan yang disebut dalam laporan tidak tercatat sebagai mitra yang terdaftar di platform mereka.
Meski demikian, perusahaan tetap berupaya melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
"Meski demikian, kami tetap berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dan terbuka apabila terdapat informasi tambahan yang dapat membantu proses investigasi. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui DM," jelasnya.
Pihak Gojek menegaskan akan menindaklanjuti temuan yang diperoleh selama proses investigasi sesuai dengan aturan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Selain itu, Gojek mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi resmi untuk menjamin keamanan dan kemudahan penanganan jika terjadi masalah selama perjalanan.
"Kami juga ingin mengingatkan pentingnya melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi Gojek. Selain membantu memastikan perjalanan tercatat di sistem, hal ini memungkinkan kami memberikan bantuan dan tindak lanjut secara lebih optimal apabila terjadi kendala selama layanan berlangsung," tutupnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]