WahanaNews.co | PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah berhasil melistriki sebanyak 76.900 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sepanjang 2023.
Ini merupakan bukti komitmen PLN dan Pemerintah dalam mewujudkan listrik berkeadilan khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi mandat dalam ketenagalistrikan nasional, pihaknya akan terus berupaya mendukung pemerataan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat.
“Maka dari itu, bersama dengan Pemerintah, kami akan terus menggenjot pemerataan listrik sampai wilayah 3T sesuai dengan pengejawantahan sila kelima Pancasila, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Darmawan.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Darmawan melanjutkan, dengan total 83.637 desa dan kelurahan yang sudah berlistrik secara nasional, 76.900 di antaranya diterangi oleh listrik PLN melalui program listrik desa (lisdes).
Sedangkan sisanya bersumber dari listrik non-PLN sebanyak 3.885 desa dan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) sebanyak 2.852 desa.
Dengan demikian, di tahun 2023, rasio desa berlistrik (RDB) nasional tercatat telah mencapai 99,85%.