WAHANANEWS.CO, Jakarta - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/2026 resmi ditutup pada Selasa (31/3/2026).
Penutupan kegiatan ini dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan, yang hadir mewakili Wakil Menteri ESDM.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Saat Salat Idulfitri 1447 H di Seluruh Indonesia
Penutupan posko ini menandai berakhirnya rangkaian pemantauan dan pengamanan pasokan energi selama masa Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Dalam laporannya, Yudhiawan menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional selama periode RAFI 2026 berada dalam keadaan aman, stabil, dan terkendali.
Hal ini menjadi capaian penting mengingat tingginya kebutuhan energi masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.
Baca Juga:
1.496 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Mudik Bareng ESDM 2026, PLN Siapkan Layanan Maksimal
"Kami bersyukur, di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu, rangkaian kegiatan Posko Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 telah berhasil kita lalui dengan Aman, Lancar, dan Terkendali," ujar Yudhiawan di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, Yudhiawan menjelaskan bahwa selama periode RAFI, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot turun langsung ke sejumlah daerah di Indonesia.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan energi, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), gas bumi, hingga pasokan listrik.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan mitigasi terhadap potensi bencana geologi agar tidak mengganggu distribusi energi.
Secara umum, seluruh upaya tersebut berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode RAFI 2026, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa keberhasilan operasional posko tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Ia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi sejak tahap persiapan hingga penutupan.
Erika juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan dan Idulfitri, sehingga distribusi energi dapat berjalan lancar.
Secara rinci, Erika memaparkan bahwa ketahanan stok BBM nasional selama periode RAFI berada dalam kondisi aman untuk seluruh jenis, baik gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur.
Rata-rata ketahanan stok tercatat di atas 20 hari. Dari sisi konsumsi, terjadi peningkatan signifikan pada gasoline sebesar 15% dibandingkan kondisi normal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Sebaliknya, konsumsi gasoil mengalami penurunan sebesar 18%, sementara avtur mengalami kenaikan sebesar 7,2% akibat meningkatnya aktivitas penerbangan.
Untuk sektor LPG, penyaluran juga berjalan dengan lancar dan aman. Seluruh agen dan pangkalan beroperasi optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bahkan, di sejumlah wilayah dengan permintaan tinggi, disiagakan agen dan pangkalan LPG yang beroperasi selama 24 jam.
"Ketahanan stok LPG Nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari rerata normal," jelasnya.
Di sektor gas bumi, operasional dilaporkan berjalan tanpa hambatan berarti, dengan pasokan yang tetap terjaga.
Sementara itu, sektor ketenagalistrikan secara umum juga dalam kondisi aman, dengan sebanyak 17 sistem kelistrikan berstatus normal tanpa mengalami kondisi siaga maupun defisit daya selama periode pemantauan.
Pada sektor geologi, tercatat beberapa kejadian seperti gempa bumi dan gerakan tanah. Namun, tidak ada gunung api yang berstatus Awas.
Hanya dua gunung api yang berada pada status Siaga, yakni Gunung Merapi dan Gunung Semeru.
Meski demikian, seluruh kejadian tersebut tidak memberikan dampak terhadap pasokan maupun distribusi energi nasional.
"Seluruh aktifitas gempa bumi, gunungapi, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, Gas Bumi, maupun Ketenagalistrikan," pungkas Erika.
Dengan berakhirnya Posko RAFI 2026, pemerintah memastikan bahwa sistem pengawasan dan kesiapsiagaan energi tetap akan dilanjutkan guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di berbagai kondisi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]