"Kita jual kepada mereka. Tapi harganya ya, harganya ya yang oke lah, ya kan. Jangan petani kita korban! Iya kan? Harga harus, harus minimal untung dikit lah. Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, ya. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu," tegasnya.
"Jadi ada juga mau beli beras habis itu minta korting, korting, banyak banget kortingnya bener nggak? Ini yang krisis dunia ini. Jadi saudara-saudara, itu apa yang sudah kita capai," ungkap Kepala Negara.
Baca Juga:
Menko Airlangga Ungkap Rp300 Triliun Disiapkan Pemerintah Untuk KUR di 2026
Tidak hanya soal beras, Prabowo mengaku mendapat laporan dari Menteri Pertanian bahwa sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia.
Ia bahkan menyebut Australia meminta bantuan pembelian 500 ribu ton urea dari Indonesia.
"Australia minta tolong kita. Kita jual ke Australia 500 ribu ton urea," ujar Prabowo.
Baca Juga:
Presiden Prabowo: Petani Berperan Fundamental Bagi Kemerdekaan RI
Tak hanya Australia, Prabowo mengatakan sejumlah negara lain juga mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Philippines, India, Bangladesh hingga Brasil.
"Filipina minta ke kita, India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," kata Prabowo.
Atas permintaan ini, Prabowo mengatakan pemerintah memutuskan membantu negara-negara tersebut dan menilai posisi Indonesia kini mulai berubah menjadi negara yang mampu memberi bantuan.