WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki hubungan yang erat dengan Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang sejak masa kecil.
"Bapak Presiden itu mengenal baik Bapak Uskup Kupang, bersama dengan temannya waktu Pak Simon masih kecil. Jadi masih ada hubungan keluarga," kata Suharyo seusai melayat di Katedral, Jakarta, Jumat (4/4) melansir CNN Indonesia.
Baca Juga:
Tarif 32% Trump Ancam Ekspor Indonesia, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat
Hal itu disampaikan Suharyo menjawab kunjungan Prabowo ke Gereja Katedral Jakarta, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang.
Ia mengatakan kehadiran Presiden menjadi penanda kedekatan pribadi yang telah terjalin lama antara dirinya dan mendiang uskup.
"Maka, beliau menyempatkan datang di tengah-tengah kesibukannya, meskipun hanya beberapa menit," ujar Kardinal Suharyo.
Baca Juga:
Istana untuk Rakyat, Tradisi Silaturahmi Hadirkan Kebersamaan dan Kehangatan Momen Lebaran
Suharyo menyebut Mgr. Petrus Turang, yang lahir di Manado, telah melayani sebagai Uskup di Kupang selama lebih dari 27 tahun. Meskipun bukan putra daerah, pengabdiannya yang panjang di Nusa Tenggara Timur membuatnya diputuskan untuk dimakamkan di Kupang.
"Beliau adalah orang Manado. Tetapi sudah 27 tahun lebih, hampir 28 tahun, menjadi uskup di Kupang. Maka diputuskan untuk dimakamkan di Kupang," katanya.
Jenazah Mgr. Petrus Turang dijadwalkan diberangkatkan dari Jakarta pada Sabtu (5/4) dini hari menuju Kupang.