WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap perkembangan terbaru dalam upaya kemanusiaan dan proses perdamaian di Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan keterangan pers bersama awak media di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026).
Baca Juga:
Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU senilai 38,4 Miliar Dolar AS di Business Summit US-ABC
Dalam kesempatan itu, Presiden menilai sejumlah capaian positif mulai terlihat, terutama dalam aspek distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil di Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
“Ya, alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujar Presiden.
Menurut Kepala Negara, arus bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya kini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gaza.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” lanjutnya.
Meski menunjukkan perkembangan menggembirakan, Presiden mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian yang stabil dan berkelanjutan masih menghadapi berbagai tantangan kompleks.
Ia menekankan pentingnya keseriusan, keteguhan tekad, serta kewaspadaan terhadap berbagai hambatan yang dapat mengganggu proses tersebut.
“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ucap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bersama negara-negara Muslim lainnya memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Solidaritas tersebut, menurutnya, tercermin dalam pernyataan bersama yang menekankan pentingnya solusi damai jangka panjang.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” tegasnya.
Dalam pandangan Indonesia, solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya pendekatan realistis untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujar Presiden.
Selain dukungan diplomatik, Presiden juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi secara konkret dalam misi internasional yang bertujuan menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari peran aktif Indonesia dalam komunitas global.
Terkait waktu pelaksanaan, Presiden menyebut kemungkinan pengiriman kelompok awal atau tim pendahulu dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ungkapnya.
Presiden juga mengonfirmasi bahwa Indonesia mendapat permintaan untuk menempati posisi strategis dalam struktur misi tersebut.
“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” ujar Presiden.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas konsistensi politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan prinsip bebas aktif serta berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia terus menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam upaya mewujudkan perdamaian yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]