WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pembangunan jembatan gantung di Gampong Lhok Sanding, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus dikebut pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Hingga Minggu (22/2/2026), progres pembangunan telah mencapai 65 persen.
Baca Juga:
Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Banjir dan Longsor, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Banjir dipicu hujan ekstrem akibat fenomena Siklon Senyar yang mengguyur wilayah hulu Sungai Meureudu.
Sungai yang menjadi induk bagi sejumlah anak sungai itu meluap drastis hingga melampaui kapasitasnya.
Selain membawa debit air tinggi, arus banjir juga menyeret kayu, sampah, pasir, dan bebatuan besar yang merusak infrastruktur, termasuk memutus jembatan penyeberangan warga di Gampong Lhok Sanding.
Baca Juga:
Tinjau Lokasi Banjir Grobogan, Kepala BNPB Tegaskan Pemerintah Pusat Siap Penuhi Kebutuhan Daerah
Tim gabungan dari Vertical Rescue dan Yon TP 836 membangun jembatan gantung di Lhok Sanding, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Minggu (22/2/2026).
Putusnya jembatan sempat melumpuhkan akses dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah kemudian mengalihkan fokus dari penanganan darurat ke tahap pemulihan infrastruktur dengan membangun jembatan gantung sebagai akses penghubung baru.