WAHANANEWS.CO - Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) yang berlangsung di Jakarta pada 20–26 Juli 2026 berjalan aman dan lancar tanpa adanya insiden keamanan.
Keberhasilan tersebut didukung sistem pengamanan berbasis deteksi dini, koordinasi lintas instansi, serta pendekatan humanis yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga:
Suasana Khidmat: Merayakan 50 Tahun Gereja St Pius X
Sidang yang mengusung tema "The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia" itu dihadiri lebih dari 120 kardinal dan uskup dari 22 konferensi waligereja serta yurisdiksi gerejawi di kawasan Asia.
Pengamanan dipimpin oleh Brigjen TNI (Purn) P. Gunung Sarasmoro dan Irjen Pol. (Purn) Herry Dahana yang berasal dari Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), atau Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.
Gunung Sarasmoro mengatakan, strategi pengamanan dirancang agar mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta tanpa menampilkan kehadiran aparat secara berlebihan.
Baca Juga:
Paus Fransiskus Wafat, Gelombang Duka dan Doa Terus Mengalir di Jakarta
"Ukuran keberhasilan bukan banyaknya personel yang terlihat, tetapi ketika peserta dapat berdoa, berdialog, dan mengikuti seluruh agenda dengan tenang. Keamanan harus hadir, tetapi tidak mengganggu," ujar Gunung dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, sistem pengamanan yang diterapkan bersifat adaptif dengan mengedepankan langkah pencegahan melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan. Seluruh personel juga diminta mengedepankan sikap ramah dan profesional agar suasana kegiatan tetap nyaman dan kondusif.
Sementara itu, Herry Dahana menegaskan bahwa pengamanan kegiatan internasional tidak hanya berfokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga pelayanan kepada para tamu dari berbagai negara.
Ia mengatakan petugas menjadi pihak pertama yang berinteraksi dengan para delegasi sejak kedatangan mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Pelayanan yang sopan, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas kami," kata Herry.
Selain ancaman fisik, lanjut Herry, tim pengamanan juga mengantisipasi berbagai potensi risiko yang berkembang di ruang digital. Untuk itu, diterapkan mekanisme pertukaran informasi secara cepat, koordinasi lintas instansi, serta langkah antisipatif guna mencegah gangguan sebelum berkembang.
Persiapan pengamanan dilakukan sejak awal melalui pemetaan tingkat kerawanan, penyusunan strategi mitigasi, hingga rencana kontinjensi untuk seluruh agenda sidang maupun pengamanan tamu VIP.
Gunung menambahkan, kelancaran penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah, pengelola kawasan Bandara Soekarno-Hatta, panitia FABC, Ordinariatus Castrensis Indonesia, hingga seluruh unsur pendukung lainnya.
Ia berharap model pengamanan yang mengutamakan deteksi dini, koordinasi, dan pelayanan humanis tersebut dapat menjadi acuan dalam pengamanan berbagai kegiatan internasional di Indonesia.