Kehadiran Presiden sekaligus mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati harus dilandasi kesederhanaan, keterbukaan, dan ketulusan di bawah naungan Merah Putih.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dengan pakaian adat Gayo asal Aceh Tengah yang berkesan berwibawa, meneguhkan makna kebhinekaan.
Baca Juga:
APBN Ambil Alih Utang Whoosh, Negara Siapkan Rp1,2 T Per Tahun
Gibran mengenakan baju kerawang Gayo hitam bersulam emas, yang melambangkan kebesaran, keberanian, serta semangat juang rakyat Aceh.
Motif sulaman emas itu sarat filosofi tentang keadilan, kebersamaan, dan ketaatan pada nilai adat.
Penampilannya makin khas dengan ikat kepala Gayo, bulang teleng, simbol kepemimpinan, kehormatan, dan kebijaksanaan.
Baca Juga:
Bertemu Presiden, Kapolri Jadi Sorotan di Tengah Isu Pergantian
Perpaduan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kearifan lokal sebagai pilar persatuan bangsa.
Pemilihan busana adat Gayo oleh Wapres tidak sebatas seremoni, melainkan penghormatan kepada budaya Aceh Tengah sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.