Ini yang sedang kita advokasi ke lapangan," jelas
Muhammad Fachri.
Lebih lanjut Muhammad Fachri menjelaskan, Kemendes PDTT
sedang serius melakukan identifikasi semua masalah di lapangan yang akan
dilanjutkan dengan fasilitasi dan pendampingan sampai ke tahap penjualan
komoditas yang diproduksi.
Baca Juga:
Pemprov Kalsel Siap Laksanakan Tahap Awal Pembentukan 811 Kopdes Merah Putih
Harapannya hasil produksi pemanfaatan lahan tidak hanya
terjual di dalam negeri tapi juga bisa diekspor ke negara-negara lain.
"Tahun ini kita melakukan identifikasi sampai kita
buatkan panduan fasilitasinya. Akhir tahun atau tahun depan kita sudah mulai
fasilitasi ke desa-desa yang memiliki potensi lahan yang cukup besar tapi belum
dimanfaatkan dengan baik," paparnya.
"Ini dengan skema kolaboratif mengajak berbagai pihak.
Kami juga berharap desa bisa membuka diri untuk dilakukan pendampingan-pendampingan
aktif seperti bagaimana cara menanam, komoditas apa yang tepat untuk di
struktur tanah tersebut.
Baca Juga:
45 Desa Cerdas di Kudus Dinilai Berkembang Baik, Kemendes PDTT Apresiasi
Kemudian mengarahkan bagaimana menjadikan
komoditas-komoditas itu layak pasar atau bahkan layak ekspor. Impian kita
kesana," tutup Fachri. [jef]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.