Tiba-tiba ia melihat kaki pria bersandal hitam berada di sela antara kereta dan peron.
"Hari ini, Sabtu 2 Mei sekitar pukul 18.58 saya mengalami pelecehan seksual di Stasiun KRL Kebayoran. saya naik KRL Rangkasbitung dari Jurang Mangu menuju Tanah Abang di gerbong perempuan. Aku berdiri di dekat pintu supaya mudah turun dan merasa lebih aman. Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, saya sedang melihat HP. Tiba-tiba saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron," ujarnya.
Baca Juga:
Lagu Indonesia Timur Tabola Bale Bersaing di Music Awards Japan 2026
Beberapa detik kemudian korban sadar ada seorang laki-laki bersembunyi sambil mengarahkan ponsel ke bawah rok miliknya.
"Awalnya saya bingung tapi beberapa detik kemudian saya sadar ada seorang laki-laki bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan HP dan mengintip ke bawah rok saya. Posisi saya memang tepat berdiri di depan pintu dan saat itu tidak ada penumpang yang turun. Saya langsung teriak panik dan memanggil perempuan-perempuan di sekitar saya. Mereka ikut melihat dan meneriaki pelaku. Setelah ketahuan, dia langsung mundur dan menjauh," katanya.
Korban sempat merekam kejadian itu sebagai bukti, namun tidak bisa langsung turun untuk melapor karena pintu kereta telah tertutup dan rangkaian kembali berjalan.
Baca Juga:
Indonesia Tambah Kekuatan di China, KJRI Chengdu Resmi Dibuka
"Saya sempat merekam sebagai bukti dan dari video itu terlihat jelas ada badan dan tangan seorang laki-laki di bawah peron. Sayangnya, saya tidak bisa langsung turun atau melapor di Stasiun Palmerah karena pintu kereta sudah keburu tertutup dan kereta langsung berjalan," tambahnya.
Manajer Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan petugas langsung menindaklanjuti laporan yang diterima dari penumpang.
"Salah seorang pengguna yang mengetahui hal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah. Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut," kata Leza dalam keterangan resmi.