WAHANANEWS.CO - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berinisial DK yang digerebek istri bersama warga saat berada di kamar kos dengan mahasiswi kini menjadi sorotan DPR, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menegaskan kampus harus bertindak tegas demi menjaga marwah institusi.
Menurut Hadrian, keputusan kampus menonaktifkan sementara DK sudah tepat sebagai langkah awal agar proses pemeriksaan berjalan objektif dan transparan, Senin (4/5/2026).
Baca Juga:
Jika UNIFIL Gagal Lindungi Prajurit, Pasukan TNI Siap Ditarik dari Lebanon
"Menurut saya, kampus perlu mengambil langkah tegas, namun tetap berdasarkan proses disiplin yang adil dan terukur," jelas Hadrian kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan penanganan kasus harus mengacu pada kode etik dosen, peraturan disiplin yang berlaku, statuta, serta aturan internal kampus agar sanksi diberikan secara proporsional sesuai tingkat pelanggaran.
Melalui investigasi resmi, kata dia, sanksi dapat dijatuhkan mulai dari peringatan berat hingga pemberhentian apabila terbukti sebagai pelanggaran berat.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Resmikan Gedung Baru SPKT dan Tinjau SPPG Polres Bungo
"Ketegasan ini penting, tetapi harus tetap berlandaskan bukti, prosedur, dan prinsip keadilan demi menjaga integritas lembaga," sambungnya.
Hadrian menilai dosen bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga teladan moral di lingkungan akademik sehingga kasus seperti ini berpotensi merusak kepercayaan publik.
"Karena itu, peristiwa seperti ini berpotensi merusak kepercayaan publik dan mencederai marwah institusi," tutur Hadrian.