WAHANANEWS.CO - Investigasi tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur terus bergerak cepat, polisi kini resmi menaikkan penanganan kasus ke tahap penyidikan setelah memeriksa 31 saksi terkait insiden maut yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 lainnya.
Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di jalur rel.
Baca Juga:
Dirlantas Polda Jambi Atensi Penggunaan Nopol Palsu Untuk Melangsir BBM Subsidi
Insiden bermula ketika sebuah taksi Green SM mengalami korsleting dan berhenti di tengah rel tak jauh dari lokasi stasiun.
Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta hingga membuat rangkaian commuter line itu terhenti di tengah jalur.
Di saat bersamaan, ada KRL arah Cikarang yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan jalur tersebut.
Baca Juga:
Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Lansia di Pekanbaru, Empat Pelaku Ditangkap
Rangkaian KRL yang berhenti di stasiun itulah kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Jakarta.
Atas kejadian itu, Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan dan kini status perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
"Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti termasuk CCTV," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).