Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, pengeboran sumur baru, hingga pelaksanaan ratusan proyek pengembangan migas yang tersebar di wilayah operasinya.
Arifin menambahkan bahwa sejak pengalihan pengelolaan WK Rokan pada 2021, perusahaan menerapkan strategi pengeboran yang agresif guna menjaga keberlanjutan produksi.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Hasilnya, jumlah sumur yang dibor terus mengalami peningkatan dari 413 sumur pada 2022 menjadi 558 sumur pada 2025.
Selain fokus pada kegiatan pengeboran, sejak 2025 PHR juga mulai mengembangkan sejumlah lapangan baru dan menerapkan berbagai teknologi tambahan pada lapangan eksisting.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan recovery minyak dan menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan penurunan alami lapangan-lapangan tua.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Melalui berbagai program tersebut, PHR optimistis dapat mempertahankan tren peningkatan produksi minyak di WK Rokan.
Keberhasilan upaya ini diharapkan semakin memperkuat posisi WK Rokan sebagai kontributor utama produksi minyak nasional sekaligus mendukung target ketahanan dan kemandirian energi Indonesia pada tahun 2029.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.