WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 120 perenang difabel dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional Renang Special Olympics Indonesia (SOIna).
Kejuaraan renang inklusif tersebut akan digelar selama satu hari di Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Baca Juga:
Plt Kapus Dolat Rayat Hindari Wartawan dan Terkesan Mengelak Untuk Dikonfirmasi.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (PP SOIna) bekerja sama dengan Lions Club sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan olahraga bagi atlet disabilitas intelektual.
Para peserta merupakan perenang dengan berbagai ragam ketunaan, mulai dari autisme, tunagrahita, hingga down syndrome.
Untuk menjamin keadilan dan sportivitas pertandingan, panitia akan membagi para peserta ke dalam 40 divisi berdasarkan kemampuan yang setara.
Baca Juga:
Raih Emas SEA Games 2025, Robby Antasyafi Prioritaskan Bonus untuk Keluarga dan Masa Depan
Seluruh nomor lomba akan langsung mempertandingkan babak final tanpa melalui penyisihan.
Ketua Panitia Kejuaraan, Sylviana Murni, menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga.
“Namun juga sekaligus menjadi momen simbolis untuk memperkuat inklusi,” ujar mantan Anggota DPD RI periode 2019–2024 yang mewakili wilayah Jakarta tersebut.
Selain itu, Sylviana menyampaikan bahwa kejuaraan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat berprestasi bagi atlet disabilitas intelektual.
Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong partisipasi aktif berbagai lembaga serta meningkatkan dukungan masyarakat terhadap pengembangan olahraga disabilitas di Indonesia.
Sementara itu, Manajer Klub PP SOIna, Ine Kharisma Setia Widhy, menjelaskan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan sebelum pelaksanaan kejuaraan nasional yang sesungguhnya.
“Kami hanya mengundang para atlit dari sekitar wilayah Jakarta saja, belum bisa secara nasional karena keterbatasan waktu persiapan,” ujarnya, Rabu (13/1/2026).
Meski bersifat uji coba, panitia tetap mempersiapkan kejuaraan ini secara maksimal.
Ke depan, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan jangkauan peserta yang lebih luas, melibatkan atlet dari seluruh daerah di Indonesia.
Ine menambahkan, kejuaraan ini diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi atlet maupun panitia sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
Menurutnya, atlet difabel intelektual masih membutuhkan lebih banyak ruang kompetisi guna mengasah kemampuan, mengukur hasil latihan, serta mengembangkan potensi secara berkelanjutan.
Dalam kejuaraan ini, sejumlah nomor akan dipertandingkan, antara lain gaya bebas 50 meter putra dan putri, gaya bebas 25 meter putra dan putri, gaya dada 50 meter putra dan putri, gaya dada 25 meter putra dan putri, serta nomor 25 meter papan bebas putra dan putri.
Para perenang berasal dari delapan kontingen, yakni SOIna Provinsi Jakarta, SOIna Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, Ikatan Sindroma Down Indonesia, Persatuan Orangtua Down Syndrome, Rumah Sahabat Inklusi, serta Special Needs Cita Buana.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]