Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita yang mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan PBTI sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI.
Menurutnya, Indonesia berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah setelah melalui proses seleksi atau bidding yang berlangsung cukup ketat di Korea Selatan pada 2025.
Baca Juga:
Resmi Jadi WNI, Mitchell Lee Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia untuk AFF 2026
“Ada beberapa negara yang ikut bidding. Indonesia, Malaysia, India, dan beberapa negara lain. Berdasarkan keputusan dari Asian Taekwondo Union, maka Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan itu kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Tandyo.
Ia menjelaskan bahwa penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan taekwondo internasional menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap kondisi keamanan dan kesiapan Indonesia dalam menggelar event olahraga berskala global.
Selain itu, penyelenggaraan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi sport tourism yang mampu menarik perhatian komunitas olahraga internasional.
Baca Juga:
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Dorong Kemenpora Naik Kelas dan Perkuat Industri Olahraga
Tandyo menambahkan bahwa kejuaraan kali ini menjadi salah satu penyelenggaraan taekwondo terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Agustus 2026.
Kehadiran ratusan atlet tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif bagi promosi olahraga nasional sekaligus sektor pariwisata.