"Saya juga mengapresiasi PBSI yang sudah mempersiapkan lapisan pemain atau regenerasi ganda putra kita. Itu saja sebenarnya yang saya jelaskan," ujar Zainudin Amali.
Sebelum final Piala Thomas 2020, pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP, sempat menjelaskan alasan di balik keputusan menurunkan Fajar/Rian sebagai ganda putra pertama.
Baca Juga:
Menpora Dito Ariotedjo Terima Penghargaan sebagai Senior Himpunan Mahasiswa Islam
Herry IP mengaku terlebih dahulu melihat kondisi kebugaran seluruh pemain sebelum memutuskan siapa yang akan tampil.
Hasilnya, Herry IP mengetahui Marcus Gideon tidak bisa bermain pada final Piala Thomas 2020 karena faktor kelelahan.
Setelah mengetahui Marcus tidak bisa bermain, Herry IP langsung menunjuk Fajar/Rian menjadi ganda putra pertama Indonesia untuk final Piala Thomas 2020.
Baca Juga:
Menpora Dito Tegaskan Kesiapan Indonesia Jadi Pemimpin Global Diplomasi Olahraga
Keputusan itu diambil Herry IP karena Ahsan/Hendra menyatakan tidak siap bermain.
Ketika hendak menentukan ganda putra kedua Indonesia yang akan bermain, Herry IP memilih berdiskusi dengan Kevin Sanjaya.
Hasilnya, Kevin Sanjaya menyatakan siap bermain dan memilih Daniel Marthin untuk menjadi pasangan bermainnya menggantikan Marcus Gideon.