“Ini harus kita bina. Bukan hanya untuk pemain, berlaku juga untuk pelatih dan manajemen SSB sendiri,” ungkapnya.
Karakter yang bagus ini, kata dia, akan melahirkan sportifitas, respek, fairplay dan pastinya no rasis kepada anak-anak SSB.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Kendala-kendala
Setahun memimpin Askot PSSI Jakarta Barat, Achmad Yani mengatakan pembinaan sepakbola usia muda dinilai masih belum maksimal. Ada sejumlah kendala selama ini di pembinaan usia muda.
Menurutnya, kendala pertama yaitu minimnya pengetahuan para pengurus dan pelatih SSB tentang regulasi yang telah ditetapkan.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
“Malas baca regulasi yang sudah ditetapkan tapi memang itu butuh proses ya mudah-mudahan ke depannya akan semakin baik,” ungkapnya.
Yani menjelaskan melalui sosialisasi yang terus dilakukan, termasuk sering membaca regulasi yang telah ada di website Askot Jakbar, pengurus dan pelatih SSB bisa meningkatkan kualitasnya karena kompetisi yang baik itu akan menciptakan pelatih-pelatih yang baik.
Pelatih yang baik akan menciptakan pemain yang baik, dan pemain-pemain yang baik akan menciptakan juga pemain nasional yang baik.