"Terobosan ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mengerti arah kebijakan Presiden. Pak Menpora punya kesadaran yang terinternalisasi dalam pemikiran kerangka hukum yang menginginkan peraturan itu tidak berbelit-belit," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa regulasi seharusnya tidak menjadi penghambat, melainkan instrumen yang mempermudah pencapaian tujuan pembangunan, termasuk dalam mencetak atlet berprestasi dan memperkuat pembinaan generasi muda.
Baca Juga:
Kemenpora Tembus Lima Besar Kinerja Terbaik Versi Survei Nasional April 2026
"Beliau juga tidak ingin peraturan itu justru mempersulit diri sendiri karena tujuan utamanya adalah bagaimana Indonesia meraih prestasi, pembinaan atlet sekaligus prestasinya meningkat baik di tingkat nasional dan dunia," imbuhnya.
Lebih lanjut, Supratman menilai kolaborasi antara Menpora Erick Thohir dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, sebagai sinergi yang sangat kuat.
Kombinasi antara kepemimpinan strategis dan pengalaman sebagai atlet berprestasi dunia diyakini mampu mendorong lahirnya capaian-capaian besar di masa mendatang.
Baca Juga:
Indonesia Kirim Kekuatan Terbaik ke Piala Thomas dan Uber 2026, Ini Susunan Atletnya
"Beliau ini tidak perlu diragukan lagi dan Pak Wamenpora adalah salah satu pahlawan olimpiade, dan sinergi keduanya melahirkan sejarah luar biasa, ini tidak mudah. Saya harap kedepan dengan empat Permenpora yang selesai di tandatangani oleh Pak Menpora serta telah diundangkannya Permenpora ini kita akan melihat prestasi atlet-atlet kita maupun pemuda-pemuda kita akan jauh lebih baik lagi," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supratman juga menyinggung bahwa langkah deregulasi bukan hal baru dalam pemerintahan saat ini.
Presiden Prabowo Subianto, kata dia, telah lebih dahulu mendorong penyederhanaan regulasi di berbagai sektor strategis, termasuk di bidang ketahanan pangan.