Ia mencontohkan kiprah atlet bulu tangkis Mia Audina yang pernah menjadi bagian dari hubungan Indonesia dengan Belanda.
"Bagi Menpora Erick, untuk sport diplomacy rata-rata itu mengikat hubungan negara."Kita bisa lihat contoh misalnya kalau dulu kita dengan Belanda pernah pemain bulu tangkis kita yang jadi warga negara yaitu Mia Audina. itu salah satu bagian sport diplomacy cabang olahraga," ujarnya.
Baca Juga:
Deregulasi Besar-besaran di Kemenpora, Menkum Sebut Terobosan Erick Thohir Layak Dicontoh
Lebih lanjut, Erick juga mengungkapkan upaya konkret yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam memperkuat diplomasi olahraga, salah satunya melalui kerja sama dengan Prancis yang turut didorong oleh Presiden Emmanuel Macron.
"Dan Menpora Erick telah melakukan diplomacy olahraga salah satunya dengan kedutaan Prancis. "Karena Emmanuel Macron juga mendorong sport diplomacy. Makanya kita bekerja sama ada sepak bola, ada surfing, dan equestrian. Jadi memang kadang sport diplomacy ini kadang menjadi suatu yang tidak terlihat yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga hubungan negara," pungkas Menpora.
Ajang KWP Awards 2026 sendiri mengangkat tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas”.
Baca Juga:
Erick Thohir: Popularitas Kemenpora Sejalan dengan Kepercayaan Publik
Dalam puncak acara tersebut, KWP memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh penting, mulai dari pimpinan lembaga tinggi negara, anggota legislatif, pimpinan kementerian, hingga kepala daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menilai ajang penghargaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan dunia jurnalistik.