Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas dan jumlah tenaga pelatih serta wasit bola basket di berbagai daerah.
“Sesuai arahan Presiden, kita harus membangun talenta nasional. Program ini merupakan sinergi antara Kemenpora, Bappenas, Kemendikdasmen dan Kemendikbud. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan jumlah pelatih dan wasit dengan melibatkan guru-guru yang berminat, kemudian memberikan sertifikasi melalui federasi,” jelasnya.
Baca Juga:
Meriah, PLN Sukses Mengawal Listrik Tanpa Kedip untuk Opening FIBA World Cup 2023
Erick berharap program pembinaan yang dijalankan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkembang di cabang olahraga bola basket, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Chief Operating Officer FIBA Patrick Mariller mengatakan bahwa kerja sama dengan MILO Indonesia dilatarbelakangi oleh visi yang sama dalam membangun masyarakat sehat melalui olahraga.
Menurutnya, basket dapat menjadi sarana positif untuk menanamkan pola hidup aktif sejak usia dini.
Baca Juga:
Jelang Opening FIBA World Cup 2023, PLN Cek Kesiapan Listrik Indonesia Arena
“Hari ini merupakan momen penting bagi FIBA. Kerja sama dengan MILO menjadi salah satu pencapaian strategis kami tahun ini. Kami berharap dapat terus menyebarkan semangat hidup sehat melalui olahraga bola basket hingga ke tingkat akar rumput,” tuturnya.
Di sisi lain, MILO Indonesia melalui Alaa Sahaban menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga nasional bersama FIBA, Kemenpora, dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas kampanye hidup sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.