Sementara itu, Neo Suzuki dari Jepang harus puas meraih medali perak setelah membukukan skor 39.
Adapun medali perunggu menjadi milik Jakob Schubert dari Austria yang mengoleksi skor 37.
Baca Juga:
Erick Thohir Ungkap Tiga Ancaman Serius bagi Generasi Muda, Kemenpora Perkuat Program Kepemudaan
Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Putra menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final disiplin lead pada World Climbing Series Praha 2026.
Prestasi tersebut juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam karier Putra.
Sebelumnya, pada World Climbing Series Koper 2025 di Slovenia, ia sempat menembus babak final nomor lead putra.
Baca Juga:
Pasang Badan Buat MBG, Ivan Wirata Absen Saat GMNI Jambi Minta Klarifikasi
Namun saat itu langkahnya terhenti di posisi keenam dengan catatan skor 40+.
Kini, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Putra mampu meningkatkan performanya secara signifikan hingga berhasil berdiri di podium tertinggi dunia.
Meski berhasil meraih gelar juara dunia dan mengukir sejarah bagi Indonesia, atlet yang akrab disapa Srondeng itu mengaku tidak ingin cepat berpuas diri.