Menurutnya, pencapaian tersebut justru menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi pada berbagai kompetisi internasional mendatang.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra.
Baca Juga:
Pengurus Baru IESPA Dikukuhkan, Menpora Soroti Besarnya Potensi Esports bagi Generasi Muda
Ia menegaskan bahwa medali emas yang diraihnya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan motivasi tambahan untuk terus berprestasi dan membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di dunia panjat tebing.
Putra juga mengakui masih terdapat sejumlah aspek teknis maupun mental yang perlu ditingkatkan agar mampu tampil lebih stabil saat menghadapi kompetisi kelas dunia.
Menurutnya, jalur yang disiapkan pada babak final memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi sehingga membutuhkan fokus, strategi, dan daya tahan fisik yang maksimal.
Baca Juga:
Fikri Kritik Kebijakan Pemuda yang Masih Kabur, Kemenpora Diminta Bergerak Cepat
"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," ujarnya.
Keberhasilan Putra Tri Ramadani di Praha menjadi sinyal positif bagi masa depan panjat tebing Indonesia.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Tanah Air untuk terus berjuang dan berprestasi di panggung internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam olahraga panjat tebing dunia.