WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memastikan tidak akan melakukan rotasi besar saat timnya menghadapi Exeter City pada laga Piala FA.
The Citizens dijadwalkan menjamu klub League One tersebut di Stadion Etihad, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga:
Guardiola Bangga dengan Empat Gelar Beruntun dan Minta City Segera Bangkit
Guardiola mengakui ada kemungkinan mengistirahatkan satu hingga dua pemain utama.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tetap berkomitmen menurunkan skuad yang kompetitif demi menjaga momentum kemenangan.
“Beberapa perubahan, tetapi tidak banyak, kita harus kembali memenangkan pertandingan,” ujarnya dilansir laman mcfc official.
Baca Juga:
Donnarumma Waspadai McTominay Jelang Debut City di Liga Champions Lawan Napoli
Piala FA masih dipandang sebagai kompetisi penting oleh Guardiola.
Ia menegaskan setiap laga harus dijalani dengan keseriusan penuh, termasuk ketika memberi kesempatan bermain kepada para pemain muda.
Menurutnya, keterlibatan pemain akademi bukan sekadar pelengkap, melainkan ajang pembuktian kemampuan dan sikap profesional.
“Aku harus melihat siapa mereka,” kata Pep.
Penilaian yang ia lakukan tidak semata-mata berfokus pada kualitas teknis, tetapi juga mencakup aspek mental, kedewasaan, serta cara pemain merespons tekanan pertandingan.
Guardiola menekankan pentingnya observasi langsung terhadap pemain muda, baik dalam sesi latihan maupun saat pertandingan resmi.
“Jika saya tidak dalam kondisi baik, saya punya asisten pelatih,” ucapnya. Hal ini menunjukkan proses evaluasi tetap berjalan secara menyeluruh melalui tim pelatih.
Laga melawan Exeter menjadi peluang berharga bagi sejumlah pemain muda, termasuk Antoine, untuk menunjukkan kualitasnya.
Guardiola mengibaratkan kesempatan tersebut sebagai tantangan nyata yang harus dijawab dengan performa di lapangan.
Menurutnya, cara terbaik bagi pemain akademi untuk berkembang adalah dengan merasakan langsung atmosfer sepak bola senior.
Mereka dituntut menghadapi tekanan, tanggung jawab, serta persaingan yang tidak ditemui di level junior.
“Bermain melawan Exeter, di depan penonton, itulah cara yang benar,” kata Guardiola.
Ia menilai pengalaman bertanding di hadapan publik jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar berlatih atau bermain melawan sesama pemain muda.
Walaupun kemampuan teknis para pemain akademi dinilai sudah memadai, pengalaman kompetitif tetap menjadi faktor penentu.
“Semua akademi memilikinya, ada begitu banyak talenta Inggris,” ujarnya.
Guardiola menyoroti bahwa tantangan terbesar bagi pemain muda adalah kurangnya lingkungan kompetitif yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, laga Piala FA seperti ini dinilainya sangat penting untuk menguji kematangan mental dan kesiapan mereka.
Ia juga menekankan perbedaan motivasi antara pemain muda City dan pemain lawan.
Menurut Guardiola, pemain Exeter datang dengan tanggung jawab besar dalam hidup mereka, bahkan diibaratkan seperti seorang ayah dengan tiga anak yang harus berjuang untuk keluarganya.
Pertandingan ini pun menjadi ajang evaluasi krusial bagi bakat-bakat muda Manchester City.
Guardiola ingin melihat siapa saja yang benar-benar siap memanfaatkan peluang dan berpotensi menembus tim utama dalam persaingan level tertinggi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]