Sementara itu, lapangan lainnya hanya akan memanfaatkan teknologi ini khusus untuk pertandingan nomor tunggal.
Menariknya, pemain tidak dibatasi dalam penggunaan video review sepanjang pertandingan.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Hadapi Tiga Negara di FIFA Series 2026 Jakarta
Artinya, mereka dapat mengajukan peninjauan ulang sesuai kebutuhan tanpa kuota tertentu.
Sistem ini pun berbeda dari teknologi Hawk-Eye yang selama ini digunakan untuk menentukan apakah bola masuk atau keluar garis.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari inovasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada edisi tahun lalu, Wimbledon sudah mengganti peran hakim garis dengan sistem electronic line-calling.
Baca Juga:
PSSI Dorong Jurnalis Sepak Bola Perkuat Literasi Publik Lewat Pemberitaan Berkualitas
Selain itu, penyelenggara juga menambahkan indikator visual untuk memperjelas posisi jatuhnya bola serta keputusan fault kepada pemain dan penonton.
Penggunaan video review ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pihak penyelenggara dalam meningkatkan kualitas pertandingan.
Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan setiap keputusan yang diambil selama laga berlangsung semakin akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.