Pada perebutan medali perunggu, atlet Jepang Ryo Omasa berhasil mengungguli wakil Tiongkok, Yicheng Zhao, dalam persaingan yang berlangsung sangat ketat.
Ryo mencatatkan waktu 4,701 detik, hanya unggul tipis dari Zhao yang membukukan waktu 4,704 detik.
Baca Juga:
Desak Made Rita Persembahkan Emas untuk Indonesia di World Climbing Series Krakow 2026
Bagi Veddriq Leonardo, medali emas di Chamonix memiliki makna yang sangat spesial.
Raihan tersebut menjadi gelar juara pertamanya di ajang internasional setelah sebelumnya mencatat sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade.
Ia mengaku perjalanan untuk kembali mencapai podium tertinggi membutuhkan waktu dan perjuangan yang tidak mudah.
Baca Juga:
Indonesia Pastikan Tiket Final Speed World Climbing Series Krakow, Peluang Emas Terbuka
"Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya," kata dia.
Veddriq juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kendala dalam persiapan sehingga belum bisa menjalani latihan secara maksimal.
Meski demikian, ia terus berusaha memberikan penampilan terbaik hingga akhirnya mampu meraih hasil yang membanggakan.