Program sertifikasi internasional tersebut diikuti oleh 20 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi melalui pre-test yang diselenggarakan oleh World Aquatics.
Pada waktu yang sama, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatihan Open Water Swimming Level Asia yang melibatkan 17 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oseania, termasuk Indonesia.
Baca Juga:
Kemenpora Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas Lewat Program ToT "Berdaya" di Majalengka
Menurut Leny, peningkatan kompetensi tenaga keolahragaan menjadi salah satu fokus utama Kemenpora dalam mendukung pembangunan olahraga nasional.
Karena itu, pemerintah secara konsisten menghadirkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang mengacu pada standar nasional maupun internasional sebagai langkah menciptakan tenaga pelatih yang profesional dan berdaya saing global.
"Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara internasional, kita optimistis kualitas pembinaan atlet akan semakin merata, profesional, dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bangsa,” tuturnya.
Baca Juga:
Pemuda Indonesia Unjuk Kapasitas di Forum Global SERVE BRICS 2026
Dalam pelaksanaan program Swimming Coach Age Group, World Aquatics menghadirkan instruktur utama Lee Yu Gary Tan yang memiliki pengalaman luas di bidang kepelatihan renang internasional.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran komprehensif mengenai pengembangan teknik renang, penyusunan program latihan yang efektif dan berkelanjutan, metode latihan modern, strategi pembinaan atlet usia muda, hingga berbagai aspek penting dalam mencetak atlet berprestasi.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada PB Akuatik Indonesia atas proses seleksi yang objektif serta komitmennya dalam membangun sistem pembinaan pelatih yang berkualitas. Kami juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Lee Yu Gary Tan yang berkenan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik kepada para peserta,” ucapnya.