Tidak hanya memperoleh materi secara teoritis di ruang kelas, seluruh peserta juga menjalani sesi praktik kepelatihan secara langsung.
Mereka melakukan simulasi melatih atlet, mengamati teknik renang, menyusun program latihan, hingga menerapkan metode pembinaan sesuai materi yang telah dipelajari.
Baca Juga:
Kemenpora Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas Lewat Program ToT "Berdaya" di Majalengka
Kombinasi antara teori, diskusi, dan praktik lapangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan ilmu kepelatihan secara efektif saat kembali ke daerah masing-masing.
Sementara itu, dalam penyelenggaraan International Open Water Swimming Course, World Aquatics menghadirkan Melanie Tantrum sebagai narasumber utama.
Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengembangan cabang renang perairan terbuka berdasarkan regulasi, metode pembinaan, serta standar internasional yang berlaku.
Baca Juga:
Pemuda Indonesia Unjuk Kapasitas di Forum Global SERVE BRICS 2026
Leny menilai terselenggaranya dua program internasional tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah bersama PB Akuatik Indonesia dalam memperkuat ekosistem olahraga akuatik nasional.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas atlet, pengembangan olahraga juga diarahkan pada peningkatan kapasitas pelatih sebagai elemen penting dalam sistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan.
"Penyelenggaraan kedua kegiatan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem olahraga akuatik. Pengembangan prestasi tidak hanya diarahkan kepada atlet, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelatih sebagai sosok penting dibalik proses pembinaan. Kualitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya atlet Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.