"Banyak negara peserta mengeluhkan layanan kesehatan buruk, transportasi tidak tepat waktu, dan makanan yang tidak cukup. NPC mengecap ini sebagai penyelenggaraan ASEAN Para Games terburuk sepanjang sejarah," ucap Rima dengan nada kecewa.
Rima bahkan menilai ajang ini lebih pantas disebut Thailand Para Games, dengan negara-negara lain hanya berperan sebagai undangan.
Baca Juga:
Indonesia Pamerkan Identitas Bangsa dalam Pembukaan ASEAN Para Games
Seluruh keluhan dan keberatan tersebut disampaikan secara resmi dalam forum CDM Meeting yang dihadiri perwakilan negara peserta.
"Meskipun ada kendala organisasi, prestasi kontingen Indonesia tetap luar biasa dengan melampaui semua target. Atlet akan dipulangkan melalui dua kloter pesawat setelah upacara penutupan resmi," ujar Rima.
Rencananya, kloter pertama tiba di Solo pada pukul 18.00 WIB, disusul kloter kedua pada pukul 00.30 WIB dini hari.
Baca Juga:
Indonesia Pasang Target 82 Emas di ASEAN Para Games 2025, Erick Thohir Ingatkan Kekuatan Thailand
Setelah beristirahat, para atlet akan kembali dipersiapkan untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya di Malaysia.
Ke depan, NPC Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat program pembinaan, khususnya pada cabang-cabang unggulan.
Untuk cabang catur, pelatnas dengan durasi minimal enam bulan dinilai menjadi keharusan guna mengembalikan performa dan daya saing Indonesia di level regional.