“Tentu yang harus diwaspadai tuan rumah. Kalau ingin mencapai peringkat kedua atau ketiga, kita juga harus mengantisipasi negara-negara lain seperti Vietnam atau Malaysia, beberapa negara tetangga yang punya persiapan yang baik,” ucap Erick.
Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, memaparkan kesiapan kontingen secara menyeluruh, termasuk komposisi tim pendukung yang akan mendampingi para atlet selama bertanding. Sebanyak 106 pelatih dan 55 ofisial dipastikan ikut serta dalam rombongan ke Thailand.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Medali di ASEAN Para Games 2025, NPC Apresiasi Perjuangan Atlet
“Kita akan berjuang secara maksimal. Yang terpenting, kami akan bertanding untuk bangsa dan negara. Kami berharap bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat agar bisa maksimal memperjuangkan bendera Merah Putih di Thailand,” ujar Senny Marbun.
Dalam pemetaan target cabang olahraga, para atletik menjadi andalan utama Indonesia dengan target 25 medali emas.
Selain itu, para catur diharapkan mampu menyumbang 12 emas, sementara para tenis meja ditargetkan membawa pulang 11 emas.
Baca Juga:
Tampil Gemilang, Leani Ratri Oktila Borong Tiga Medali Emas di ASEAN Para Games Thailand
Cabang para angkat berat dan para renang juga masuk dalam fokus utama dengan masing-masing target delapan medali emas, seiring dengan hasil pemusatan latihan nasional yang dinilai berjalan optimal.
"Persiapan para atlet sudah berjalan dengan bagus. Kami berangkat ke Thailand dengan keyakinan penuh untuk meraih prestasi," ucap Senny Marbun.
Secara teknis, rombongan besar kontingen Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Bangkok melalui Bandara Adi Soemarmo, pada Kamis (15/1/2026).