Sejak saat itu, atmosfer latihan di skuad Persita berubah signifikan. Intensitas meningkat, dan setiap pemain menunjukkan komitmen tinggi untuk berjuang demi hasil yang lebih baik.
Menurut Javlon, semangat kompetitif yang tumbuh di ruang ganti membuat tim berkembang secara kolektif.
Baca Juga:
Persita Resmi Datangkan Sutanto Tan, Wahyudi Hamisi, dan Alexandre Ramalingom untuk Musim 2026-2027
Ia juga menekankan bahwa pola pikir positif adalah fondasi penting dalam sepak bola.
“Hidup kita minggu ke minggu,” ujarnya.
Baginya, kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari proses. Evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar tim tidak cepat puas dan terus memperbaiki diri.
Baca Juga:
Resmi Berpisah, Bae Sin Yeong Akhiri Pengabdian Lima Musim Bersama Persita
Soal perbedaan performa antara laga kandang dan tandang, Javlon menilai hal itu tidak terlalu signifikan.
“Permainan sama saja,” katanya singkat.
Ia menambahkan bahwa faktor suporter tandang memang dapat memengaruhi atmosfer, tetapi persiapan mental dan fokus tim tetap menjadi hal utama.