Sejak saat itu, atmosfer latihan di skuad Persita berubah signifikan. Intensitas meningkat, dan setiap pemain menunjukkan komitmen tinggi untuk berjuang demi hasil yang lebih baik.
Menurut Javlon, semangat kompetitif yang tumbuh di ruang ganti membuat tim berkembang secara kolektif.
Baca Juga:
Tiga Pilar Persita Dapat Panggilan Timnas, Siap Bela Indonesia, Guinea Khatulistiwa, dan Kirgistan
Ia juga menekankan bahwa pola pikir positif adalah fondasi penting dalam sepak bola.
“Hidup kita minggu ke minggu,” ujarnya.
Baginya, kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari proses. Evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar tim tidak cepat puas dan terus memperbaiki diri.
Baca Juga:
Charisma Fathoni Bidik Sapu Bersih Dua Laga Terakhir Paruh Pertama BRI Super League
Soal perbedaan performa antara laga kandang dan tandang, Javlon menilai hal itu tidak terlalu signifikan.
“Permainan sama saja,” katanya singkat.
Ia menambahkan bahwa faktor suporter tandang memang dapat memengaruhi atmosfer, tetapi persiapan mental dan fokus tim tetap menjadi hal utama.