WAHANANEWS.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sepak bola nasional melalui penyelenggaraan Football Medical Workshop 2026.
Kegiatan yang diperuntukkan bagi dokter, fisioterapis, dan tenaga medis yang terlibat dalam pembinaan serta pendampingan atlet sepak bola ini berlangsung di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Jakarta Timur, pada 22 hingga 24 Juni 2026.
Baca Juga:
PB PASI Dukung Kebijakan Pelatnas Berkelanjutan, Luhut Sebut Langkah Strategis untuk Prestasi Indonesia
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya PSSI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan olahraga, sekaligus menyamakan standar pelayanan medis di seluruh lingkungan sepak bola Indonesia.
Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan terkait penanganan cedera, pencegahan risiko kesehatan atlet, hingga penerapan prosedur medis yang sesuai dengan standar sepak bola modern.
PSSI menilai bahwa tenaga medis memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan sepak bola nasional.
Baca Juga:
Studi Terbaru Ungkap Olahraga Bisa Bantu Naikkan IQ Anak dan Remaja hingga Rata-rata 4 Poin
Kehadiran dokter dan fisioterapis yang kompeten serta memiliki sertifikasi yang memadai diyakini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi para pemain, baik saat menjalani latihan maupun ketika bertanding.
Selain berperan dalam menjaga kebugaran atlet, tenaga medis juga menjadi garda terdepan dalam proses penanganan cedera dan rehabilitasi pemain.
Penanganan yang tepat dan cepat dinilai dapat mempercepat pemulihan atlet sehingga mampu kembali tampil maksimal di lapangan.
Karena itu, peningkatan kualitas tenaga medis menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, PSSI kembali menegaskan bahwa pemain merupakan elemen utama dalam pembangunan sepak bola Indonesia.
Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet, termasuk tim medis klub dan tim nasional, harus mampu memberikan dukungan terbaik demi menjaga kondisi fisik serta kesehatan pemain.
“Pemain adalah aset utama dalam sepak bola. Menjaga dan memastikan kondisi atlet tetap prima merupakan tanggung jawab bersama, termasuk melalui dukungan tenaga medis yang profesional dan berkompeten," disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui penyelenggaraan Football Medical Workshop 2026, PSSI berharap kualitas pelayanan medis di sepak bola Indonesia dapat semakin meningkat dan merata.
Program ini juga diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang terus dilaksanakan setiap tahun, terutama menjelang bergulirnya kompetisi nasional di berbagai level.
Peningkatan kompetensi tenaga medis dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat fondasi sepak bola Indonesia.
Dengan dukungan sistem kesehatan olahraga yang semakin baik, PSSI optimistis perkembangan sepak bola nasional akan semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga nasional, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Prof. Farrah Hani Imran dari Asian Federation Confederation, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Dr. Agung Nugroho, Direktur Regional 1 Mitra Keluarga Group Dr. Arina Yuli, Direktur Mitra Keluarga Cibubur Dr. Sri Widiyaningsih, serta President ASEAN Society of Sports Medicine and Arthroscopy (ASSA) Dr. I Gusti Made Febry Siswanto.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]