“TPON ini diikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang berasal dari berbagai kalangan. Program ini merupakan bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang termasuk bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan konsolidasi pembinaan olahraga melalui akademi olahraga terpadu, modern dan berbasis teknologi,” terang Menpora Erick Thohir.
Program TPON menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pembinaan olahraga hingga ke tingkat masyarakat.
Baca Juga:
Pengurus Baru IESPA Dikukuhkan, Menpora Soroti Besarnya Potensi Esports bagi Generasi Muda
Melalui program ini, diharapkan lahir lebih banyak individu yang mampu menjadi penggerak aktivitas fisik dan olahraga di lingkungan masing-masing.
Menpora menjelaskan bahwa TPON merupakan individu yang memiliki kompetensi untuk berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat agar semakin gemar berolahraga.
Tidak hanya mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik, TPON juga dibekali kemampuan untuk mendampingi kegiatan olahraga, memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, serta mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Fikri Kritik Kebijakan Pemuda yang Masih Kabur, Kemenpora Diminta Bergerak Cepat
Untuk mendukung peran tersebut, pelatihan TPON dirancang secara komprehensif dengan materi yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan olahraga masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga nasional, filosofi profesi tenaga penggerak olahraga, psikologi aktivitas fisik, nutrisi dan kesehatan, aspek keselamatan dalam berolahraga, inklusi sosial, manajemen program olahraga, hingga strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal.
Kemenpora berharap melalui pelatihan ini akan lahir tenaga penggerak olahraga yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.