Selain mengejar hasil terbaik di lapangan, Ambar menilai pengalaman bertanding melawan tim-tim dari negara lain memiliki nilai penting dalam proses pembentukan karakter atlet usia dini.
Kompetisi internasional menjadi kesempatan berharga bagi para pemain untuk belajar menghadapi berbagai tantangan, mengenal budaya baru, serta meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding.
Baca Juga:
MCGJWC 2026 Sukses Digelar, Kemenpora Optimistis Lahir Talenta Golf Indonesia Berprestasi Dunia
“Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pemain agar selalu tampil penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti kompetisi.
Setiap pertandingan diharapkan menjadi momentum untuk terus berkembang sekaligus menunjukkan citra positif Indonesia di mata dunia.
Baca Juga:
Erick Thohir Dorong Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026
Menurutnya, pemerintah melalui Kemenpora akan terus memberikan dukungan terhadap program pembinaan sepak bola usia muda sebagai bagian dari strategi pembangunan olahraga prestasi nasional.
Investasi terhadap generasi muda dinilai menjadi langkah penting untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional pada masa mendatang.
“Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya.