Tahap terakhir dalam program tersebut adalah monitoring dan evaluasi.
Pada fase ini dilakukan pengawasan terhadap implementasi program, pengukuran dampak yang dihasilkan, serta penyusunan laporan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan program di masa mendatang.
Baca Juga:
Fasilitas Belum Layak, Cirebon Tunda Ambisi Gelar Invitasi Atletik Nasional
Kegiatan ToT "Berdaya" di Kabupaten Majalengka berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari berbagai unsur penggerak olahraga disabilitas di wilayah tersebut.
Untuk menjaga kualitas pelatihan, Kemenpora menghadirkan sejumlah narasumber dan instruktur yang terdiri atas akademisi, praktisi, serta pakar kepelatihan olahraga adaptif.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang secara komprehensif.
Baca Juga:
Aspers Panglima TNI Hadiri Acara Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024
Materi tersebut meliputi pengenalan olahraga adaptif dan cabang olahraga paralimpik beserta sistem pembinaannya, klasifikasi olahraga disabilitas berdasarkan karakteristik hambatan yang dimiliki atlet, hingga metode pelatihan adaptif yang menitikberatkan pada penyusunan program latihan yang aman, efektif, dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan dalam melakukan identifikasi bakat olahraga sejak dini melalui teknik dan metode pencarian potensi atlet penyandang disabilitas, sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
"Melalui program ini, Kemenpora berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi pemenuhan hak berolahraga yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat."