Nama Sudirman Cup diambil dari Dick Sudirman, tokoh legendaris bulu tangkis Indonesia yang berperan besar dalam penyatuan federasi bulu tangkis dunia, dari IBF yang kini dikenal sebagai BWF.
Format Pertandingan
Baca Juga:
Hari Pertama Perayaan HUT Toba Ke- 27 Tahun, Effendi Napitupulu Resmi Buka Perlombaan Futsal Dan Margala
Format awal turnamen ini tidak menggunakan sistem kualifikasi dan hanya terdiri dari tujuh grup peserta.
Seiring waktu, partisipasi terus meningkat: menjadi delapan tim pada 2008, lalu 12 tim pada 2011.
Baru pada 2021, Sudirman Cup resmi mengadopsi format 16 tim, dengan sistem kualifikasi berdasarkan juara kejuaraan kontinental dan peringkat beregu campuran dunia.
Baca Juga:
Diikuti 108 Tim, Bupati Tapteng Buka Turnamen Ombak Voli Tapanuli 2025
Meski format penyisihan berubah, sistem pertandingan tetap mempertandingkan lima sektor utama: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Trofi Ikonik Sudirman Cup
Tak seperti turnamen lain yang menawarkan hadiah uang, Sudirman Cup lebih mengutamakan prestise. Negara pemenang berhak membawa pulang trofi bergilir, sementara atlet peserta memperoleh poin ranking BWF.