“Saya senang sekali ketika di Indonesia, sport industri menjadi wadah pengembangan olahraga yang mengandung nilai ekonomi. Apalagi kalau kita lihat sport industry ini terus tumbuh. Angka pertumbuhannya bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Saya mengapresiasi ORADO yang lahir sebagai salah satu olahraga untuk meningkatkan sport industry kita. Saya berharap semakin besar dan kejuaraan dunianya juga digelar di Indonesia, karena dengan begitu juga berdampak meningkatkan sport tourism dan pastinya membawa efek domino positif untuk roda perekonomian tanah air," imbuhnya.
Selain mendorong pengembangan industri olahraga, Menpora Erick juga memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola organisasi ORADO.
Baca Juga:
Kolaborasi Kemenpar dan Kemenpora Dorong Pengembangan Sports Tourism Berkelanjutan
Ia mengingatkan agar pascadeklarasi tidak terjadi dualisme kepengurusan yang dapat menghambat pembinaan atlet dan prestasi olahraga domino ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Menpora Erick juga menggelar konferensi pers.
Ia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah terhadap cabang olahraga tetap mengedepankan prinsip konsolidasi organisasi agar berjalan sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Target Terlewati, Bulutangkis Indonesia Tampil Perkasa di SEA Games 2025
"Kembali saya melihat KONI, KOI yang mendapatkan endorsement (bentuk dukungan/rekomendasi) saya hanya hadir mendukung saja. Tetapi, saya harap dualisme olahraga jangan sampai terjadi, kemarin saya apresiasi takraw sudah selesai mudah-mudahan olahraga lain bisa konsolidasi," tegas Menpora Erick.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi, serta sejumlah artis dan tokoh nasional.
Sementara itu, Ketua Umum ORADO Yooky Tjahrial menyampaikan komitmen pihaknya untuk segera melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh hingga ke daerah.