Setiap laporan yang masuk, lanjutnya, akan diproses secara profesional, objektif, dan transparan.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem olahraga yang aman, sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.
Baca Juga:
Menpora Buka Peluang Provinsi Penyangga untuk PON 2028, Tunggu Keputusan KONI
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” ujar Menpora Erick.
Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini pun menjadi sorotan publik.
Atlet dinilai sebagai aset bangsa yang harus mendapatkan perlindungan maksimal, tidak hanya dalam aspek pembinaan prestasi, tetapi juga dalam jaminan keamanan fisik dan psikologis selama menjalani proses latihan dan kompetisi.
Baca Juga:
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Tantangan SEA Games 2027 di Malaysia
Pemerintah pun diharapkan dapat menindak tegas setiap pelanggaran agar kepercayaan terhadap dunia olahraga nasional tetap terjaga.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.