WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, secara resmi melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK).
Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026).
Baca Juga:
Erick Thohir Dorong Transformasi Kemenpora Lewat Peningkatan Kinerja Pegawai
Pelantikan tersebut tidak dilaksanakan secara terpisah, melainkan bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta Pejabat Administrator di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kegiatan ini mengacu pada Keputusan Menpora RI Nomor 55 Tahun 2026 yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat di berbagai level jabatan, mulai dari pimpinan tinggi pratama hingga pengawas di lingkungan Kemenpora.
Dalam sambutannya, Menpora Erick menegaskan pentingnya peran strategis Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan sebagai unit yang bertanggung jawab dalam mengelola serta mengembangkan aset-aset milik Kemenpora.
Baca Juga:
Dorong Talenta Lokal, Liga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Resmi Dimulai
Ia menekankan bahwa lembaga tersebut harus memiliki standar kinerja yang terukur serta menjunjung tinggi profesionalitas agar aset negara di bidang olahraga dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbengkalai.
"BLU itu satu keluarga makanya kita lantik bersama tidak boleh ada struktur dalam struktur, organisasi dalam organisasi, BLU adalah keluarga kita tidak boleh ada jarak dari kita. BLU wajib melaporkan kegiatannya, harus ada tolak ukurnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Erick Thohir juga menyampaikan bahwa pihaknya melakukan sejumlah pembenahan mendasar dalam struktur organisasi dan arah kebijakan LPUK.
Perubahan ini dilakukan agar lembaga dapat berjalan selaras dengan visi Kemenpora, namun tetap mengedepankan prinsip profesionalisme dalam pengelolaan usaha dan aset.
"Dengan perubahan di BLU saya juga merubah struktur BLU nya dan kearah mana BLU kedepan, BLU akan menjadi sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan ada B2B supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan LPUK diharapkan mampu mengadopsi pola kerja berbasis bisnis ke bisnis (B2B) guna meningkatkan produktivitas serta nilai ekonomi dari aset olahraga yang dimiliki negara.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan fasilitas dan potensi olahraga diharapkan dapat lebih maksimal serta memberikan kontribusi nyata.
Menpora Erick juga menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru di tubuh LPUK.
Ia menekankan pentingnya nilai empati, kepedulian, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan demi kepentingan organisasi dan masyarakat luas.
"Saya mengharapkan ini amanah ada empati, ada kepedulian. Ini yang mau saya rubah, tidak mudah, tapi saya ingin memberikan yang terbaik saya ambisius dalam hasil bukan jabatan. Saya mau kita sama-sama, tapi maafkan saya ketika saya harus menindaktegas untuk kepentingan organisasi, untuk kepentingan bersama-sama," tutup Menpora Erick.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]