Melalui skema baru yang sedang didorong pemerintah, proses pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dengan tata kelola yang profesional, modern, serta fokus pada pencapaian prestasi yang berkelanjutan.
“Bagi kami di PASI, ini merupakan kabar baik yang sudah lama dinantikan. Selama ini, atlet maupun federasi sering menghadapi keterbatasan akibat regulasi administratif dan siklus perencanaan yang bersifat tahunan. Padahal, untuk menghasilkan prestasi yang konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga:
Studi Terbaru Ungkap Olahraga Bisa Bantu Naikkan IQ Anak dan Remaja hingga Rata-rata 4 Poin
Lebih lanjut, Luhut menilai kebijakan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun sistem olahraga nasional yang kuat dan memiliki visi jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian medali di satu ajang, melainkan harus diarahkan pada pembentukan sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi secara berkesinambungan.
“Langkah strategis Bapak Presiden membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada target medali dalam satu ajang semata, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masa depan olahraga Indonesia,” lanjutnya.
Baca Juga:
Ronaldinho Gabung Ravenna FC di Usia 46 Tahun, Siap Bawa Semangat Baru untuk Klub Italia
Selain dukungan pemerintah, PB PASI juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kemajuan olahraga nasional.
Luhut menilai kolaborasi antara pemerintah, federasi olahraga, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan atlet memperoleh pengalaman bertanding di tingkat internasional.
Menurutnya, semakin banyak dukungan yang diberikan kepada atlet, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan kualitas, daya saing, serta kesiapan menghadapi berbagai kompetisi internasional.