Sementara itu, industri olahraga juga menunjukkan perkembangan yang stabil dengan pertumbuhan sekitar delapan persen setiap tahunnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil manfaat dari tren tersebut karena didukung oleh jumlah penduduk usia muda yang besar serta tingkat kreativitas masyarakat yang tinggi.
Baca Juga:
Resmi Jadi WNI, Mitchell Lee Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia untuk AFF 2026
Karena itu, setiap daerah perlu mampu memetakan dan mengoptimalkan potensi masing-masing sesuai karakteristik demografi dan kondisi ekonominya.
"Mustinya dengan demografi Indonesia yang cukup tebal di anak muda dan nilai kreativitas kita yang tinggi potensi kita besar. Untuk teman-teman di provinsi bahwa satu dengan provinsi lain pasti tidak sama ada kelebihan dan kekurangannya. Jadi, tolong pelajari situasi demografi dan ekonominya. Karena secara realitas belum tentu provinsi yang besar bisa menciptakan atlet terbaik," urainya.
Menpora juga mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat kolaborasi guna mempercepat transformasi olahraga nasional.
Baca Juga:
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Dorong Kemenpora Naik Kelas dan Perkuat Industri Olahraga
Sinergi tersebut melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), pemerintah daerah, hingga pelaku industri olahraga.
"Kami harap akan ada sinergitas yang sedang diperbaiki antara Kemenpora, KOI, KONI, Dispora, pemda hingga pemberdayaan ekonomi baik industri olahraga untuk bisa menjadi sebuah kebersamaan. Saya mengundang IESPA menjadi bagian dari Indonesia Sports Summit tahun ini dan menjadi bagian reformasi, transformasi olahraga nasional yang diharapkan Bapak Presiden," tutup Menpora Erick.
Sementara itu, Ketua IESPA periode 2026–2031, Ibnu Riza, menyampaikan apresiasi kepada Menpora yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan esports nasional.