Meski telah melakukan persiapan dari sisi strategi maupun mental, ia mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya dapat dihindari.
“Pastinya tadi persiapan sudah dilakukan, secara strategi maupun mental juga tapi memang kita tidak pernah tahu di lapangan akan seperti apa. Tadi juga saya banyak melakukan kesalahan yang seharusnya pemain dunia tidak boleh lakukan tapi saya berulang kali melakukannya,” ujarnya.
Baca Juga:
Tiongkok Desak Gencatan Senjata Menyeluruh dan Berkelanjutan di Jalur Gaza
Meski sempat berusaha bangkit dan mengejar ketertinggalan, pasangan Indonesia itu tidak mampu membalikkan keadaan.
Selisih poin yang sudah cukup jauh membuat upaya mereka untuk menyamakan kedudukan tidak berjalan sesuai harapan.
Joaquin mengatakan kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas permainan pada turnamen berikutnya.
Baca Juga:
Tiongkok Kucurkan US$100 Juta untuk Palestina, Xi–Abbas Tegaskan Komitmen Perdamaian
Ia bertekad menjadikan hasil di China Open 2026 sebagai bahan evaluasi agar tampil lebih baik di kompetisi selanjutnya.
“Saya mencoba kembali lagi, sempat ada peluang tapi memang tadi poinnya sudah terlalu jauh jadi sulit untuk mengejar. Ini evaluasi besar buat saya pribadi,” katanya.
Hasil ini sekaligus mengakhiri langkah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di China Open 2026.